Rapat Koordinasi MGMP Pendidikan Agama Kristen SMP Kab Banyumas pasca PPKM Darurat

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Tingkat Sekolah Menengah Pertama (MGMP PAK SMP) Kab Banyumas mengadakan koordinasi dan pertemuan pertama setelah PPKM darurat selesai pada hari Senin, 18 Oktober 2021 bertempat di SMPN 1 Sumpiuh
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAK Tingkat SMP merupakan wadah/forum pertemuan guru untuk saling bertukar informasi tentang pembelajaran. Agenda yang dibicarakan dalam kegiatan MGMP tersebut adalah mengenai perihal penyusunan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil TA 2021/2022, pengembangan soal-soal berbasis HOTS serta pembuatan program dan rencana kegiatan di tahun 2022 mendatang.
Hadir dalam kesempatan ini Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Sumpiuh, Ketua Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Kristen Barlingmascakeb, Dr. Mulyono, Penyelenggara Kristen Kankemenag Kab Banyumas, Wahyu Ibnugroho serta diikuti oleh 17 guru Pendidikan Agama Kristen SMP di Banyumas, acara dimulai pada pukul 13.30 WIB
Kepala SMPN 1 Sumpiuh, R. Bambang Prihananto yang sedianya memberikan sambutan berhalangan karena ada tugas kedinasan ke Purwokerto, sehingga mewakilkan kepada Ibu Wakil Kepala Sekolah.
Dalam sambutannya, wakil kepala sekolah SMPN 1 Sumpiuh mengucapkan selamat datang serta selamat melaksanakan koordinasi penyusunan soal PAS, sebab soal-soal PAK tentunya tidak bisa disusun sendirian, perlu kebersamaan dalam penulisannya.
Penyelenggara Kristen dalam sambutannya mengemukakan bahwa kebutuhan layanan guru PAK tingkat SMP masih cukup tinggi, bahkan di beberapa sekolah ada guru mata pelajaran lain yang mengajar PAK, oleh karena itu jalinan komunikasi antar sekolah harus terjaga dengan baik supaya kualitas pembelajaran PAK juga baik pula.
“Bapak/Ibu guru PAK, mari tetap jalin komunikasi dengan guru guru mapel lain disekolah yang belum ada guru PAK-nya, namun mereka yang juga memberikan layanan Pendidikan Agama Kristen, supaya kualitas pendidikan dan keberlangsungan pembelajaran dapat berjalan dengan baik” ujarnya.
Dr. Mulyono menegaskan bahwa MGMP wajib memiliki perencanaan dalam mendukung pengembangan profesional guru. Hal ini dikarenakan guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan perubahan-perubahan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan terkhusus dalam proses KBM. Tuntutan ini merupakan implikasi yang dilakukan oleh guru mata pelajaran, karena guru-guru mata pelajaran perlu wadah untuk saling bertukar informasi serta pendapat.
Dan latar belakang adanya MGMP adalah organisasi yang berfungsi untuk pengembangan profesi guru berkelanjutan yaitu guru dalam melaksanakan kegiatan instruksional sangat bervariasi dan belum menguasai sepenuhnya mekanisme proses pembelajaran, guru harus memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan mampu berperan sebagai fasilitator, dinamisator serta konselor bagi siswa siswinya.
Kegiatan pertemuan koordinasi MGMP PAK SMP Banyumas selesai pada pukul 16.00 WIB dengan ditutup doa oleh Bp. Bambang Tri WU guru Pendidikan Agama Kristen SMPN 6 Purwokerto.
